Rabu, 14 Juli 2010

Di Direktorat Produksi Divisi Teknik Industri kami bertemu Pak Sudiratna Sudirman (khas nama Sunda, hehe, peace pak), yang merupakan Training Koordinator kami. Namun, suatu kebetulan terjadi ketika kami hendak ke ruangan Pak Sudiratna. Sewaktu pertama kali masuk ke Direktorat Produksi, orang pertama yang kami temui adalah senior kami, Mbak Enggar, yang merupakan mahasiswa Teknik Industri UNDIP angkatan 2003. Wow, senangnya, dengan beliau kami dipertemukan dengan Pak Sudiratna yang sudah menunggu di ruangannya.

Di ruangan Pak Sudiratna kami diberi gambaran mengenai proses produksi yang terjadi di PT. Krakatau Steel ini, mulai peleburan bijih besi di DR Plant sampai pembuatan Cold Roll Mill dan Wire Rod Mill. Beliau bilang kalau di setiap pabrik (PT. KS mempunyai 7 buah pabrik) pasti terdapat orang TI yang bertugas mengontrol dan memperbaiki proses, intinya membuat segalanya lebih efektif dan efisien, itu inti dari TI.

Kami ditempatkan di Pabrik Billet Baja, atau terkenal dengan BSP (Billet Steel Plant), karena pada beberapa pabrik sudah terdapat mahasiswa prakerin. OK dah pak, siap. Kami langsung ke BSP di bagian Teknik Industri. Tempatnya ada di samping kantor Divisi Billet Baja, tepatnya di Pokja depan parkiran. Pertama kami kira tempatnya enak, luas, seperti ruangan manajerial yang laen. Namun apa daya kenyataan berkata lain. Ruangannya berdinding kayu triplek, berdampingan dengan ruang QC, PPC, K3, dan Tr. Koord. Sempit, kecil, namun ber-AC.

Pokja Divisi Pabrik Billet Baja

Di dalam, kami bertemu dengan Bapak Sukardin, yang merupakan pembimbing lapangan kami. Bapaknya lulusan TI Untirta angkatan ’89  kalau tidak salah. Bapaknya asyik, namun terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Pada saat itu kami hanya diminta untuk membaca2 laporan KP tahun lalu yang ada di dalam ruangan itu. Bapaknya lagi ngerjain presentasi untuk acara pertemuan manajemen dengan  serikat pekerja yang akan berlangsung nanti sore. So, kami nganggur aja sambil baca-baca laporan KP tahun lalu. Bosen si,, tapi ada banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan pada laporan ini.

Pulangnya, kami naek bus karyawan yang memang sengaja di pergunakan untuk mengantar karyawan berangkat dan pulang kantor. Enak banget ya, biasanya di perusahaan lain, anak KP tidak diperkenankan untuk naek bus karyawan. Tapi di sini boleh, baik amat. hahahaha