Wew, akhirnya terkuak sudah teka-teki siapa yang akhirnya masuk ke babak final World Cup 2010 Afrika Selatan. Setelah melalui serangkaian partai yang seru (kadang juga nyebelin bagi beberapa pihak), akhirnya World Cup 2010 sampai pada puncaknya. Sebelum mengusik prediksi babak final, ada baiknya kita lihat dulu ulasan babak semifinal yang terjadi antara Uruguay vs Netherlands dan Germany vs Spain.

Uruguay 2-3 Netherlands
Tampaknya si kompeni ini sedang panas-panasnya. Dari semua laga pada Piala Dunia ini, ia tak terkalahkan, keren bener. Yang teranyar ini, ia mampu menggilas satu-satunya wakil Amerika Latin yang tersisa, Uruguay, dengan skor 2-3. Masih memakai patron yang sama, 4-2-3-1, dengan van Persie di depan, serta Kuyt, Sneijder, dan Robben yang berdiri di belakangnya. Belanda membuka keunggulan lewat sang kapten, Giovanie van Bronkhost, yang katanya nama aslinya adalah Giovanie Sapulete, orang Ambon. Tendangan kaki kiri pemain yang satu ini mampu menembus pojok kiri gawang kiper Uruguay, Muslera. Sungguh gol yang sangat indah. Benar-benar indah. Uruguay mampu membalasnya dengan gol Forlan, yang juga indah, lewat tendangan dari luar kotak pinalti. Belanda kemudian tersentak pada babak kedua, dengan langsung unggul jauh, 3-1 lewat gol yang disarangkan oleh Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Uruguay hanya mampu membalas satu gol saat pertandingan menyisakan lima menit. Sedang lima menit sisanya, meskipun Uruguay mencoba memborbardir daerah pertahanan Belanda, skor tidak berubah, yang memastikan Belanda maju ke babak final. Apakah Belanda mampu melanjutkan track record bagusnya ini dan menjadi juara untuk yang pertama kalinya, kita lihat saja.

Germany 0-1 Spain
Sungguh mengejutkan! Partai yang diwarnai oleh ramalan gurita yang bernama Paul ini sungguh di luar dugaan saya. Jerman yang lebih diunggulkan karena berhasil menyingkirkan Inggris dan Argentina secara memalukan kalah dari Spanyol dengan skor tipis 0-1. Permainan Jerman kali ini sungguh mengecewakan. Umpan tik tak satu dua antar kaki yang biasa menjadi trade mark permainan Jerman saat Piala Dunia kali ini tidak keluar. Mereka yang biasanya membuat lawan frustasi karena tidak bisa menjebol gawang, gantian tim Jerman yang frustasi karena segala macam ancaman yang dilancarkan ke jantung pertahanan Spanyol enyah begitu saja. Umpan-umpan lambung mulai diperagakan (kelihatan kalau Jerman sangat panik) dan tentu saja sangat tidak efektif. Alhasil Jerman dihukum oleh sang kapten Spanyol, Charles Puyol lewat gol semata wayangnya pada menit ke-75 yang merobek jala Neuer. Gol ini menjadi satu-satunya gol dalam laga ini, karena kedua kesebelasan tidak mampu menambah gol lagi. Spanyol akhirnya untuk pertama kalinya maju ke babak final Pialan Dunia. Selamat.

Akhirnya, juara baru akan segera datang. Kemapanan tujuh tim pemegang trofi Jules Rimet mulai digoyang. Belanda atau Spanyol yang nantinya akan menjadi juara baru di ranah Afrika ini. Selain itu, ini juga menjadi prestasi tersendiri bagi Eropa karena kali ini mereka akan juara di luar tempat mereka sendiri (Eropa belum pernah juara kalau Piala Dunia dilangsungkan tidak di Eropa).
Well, selamat kepada tim yang lolos ke final. Dan jangan kecil hati yang tidak lolos, masih ada pertandingan pelipur lara, Perebutan Tempat Ketiga.
Sekali lagi Selamat…