Menjemukan. Mungkin ini kata-kata yang teucapkan ketika melihat parta perempat final antara Paraguay dengan Spanyol. Pemain kedua tim sangat berhati-hati dalam melakukan penyerangan. Praktis babak pertama pun berakhir dengan tanpa gol dan tanpa peluang yang berarti, hanya mungkin (kalau ini dianggap peluang) gol Nelson Haedo Valdes yang dianulir wasit karena ia berada dalam posisi offside. Mau tidak mau, untuk memenangkan pertandingan tanpa melalui babak perpanjangan waktu apalagi adu pinalti, kedua pelatih harus menekankan pada pemain untuk lebih berani menyerang dan maju ke depan. Dan tampaknya kedua pelatih melakukan hal yang sama, dan hasilnya berbagai peluang terjadi pada babak kedua ini. Peluang pertama terjadi pada menit ke-50 ketika pemain Paraguay, Cardozo, dijatuhkan pemain belakang Spanyol di kotak penalti. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. Cardozo sendiri yang mengambil penalti tersebut sayangnya tidak mampu menceploskan bola ke gawang Iker Casillas, bahkan bola berhasil ditangkap oleh Casillas!

Villa sang Penyelamat
Selang beberapa menit kemudian, gantian Spanyol yang memperoleh hadiah pinalti akibat David Villa yang dilanggar pemain belakang Paraguay. Pemain Real Madrid, Xabi Alonso mengambil tendangan pinalti. Pada kesempatan pertama ia berhasil memasukkan bola, namun sayangnya pinalti harus diulang karena ada pemain Spanyol yang memasuki kotak enam belas sebelum bola ditendang Alonso. Namun pada kesempatan kedua ini, Alonso gagal membukukan namanya di daftar pencetak gol lantaran bola sepakannya berhasil ditepis penjaga gawang Paraguay, Justo Villar, bola rebound hasil tepisan sang penjaga gawang pun tidak bisa dikonversi menjadi gol oleh Sergio Ramos. Sayang, kesempatan emas untuk kedua tim berlalu begitu saja.
Ketika semua mengira pertandingan akan berakhir dengan tanpa gol, David Villa meruntuhkan pendapat itu. Memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Cesc Fabregas yang membentur tiang gawang, Villa yang tidak terkawal berhasil memasukkan bola ke gawang setelah bola hasil tendangannya membentur tiang gawang sebanyak dua kali! 1-0 bagi Spanyol. Villa memuncaki daftar top scorer Piala Dunia 2010 ini dengan raihan 5 gol, unggul atas Sneijder asal Belanda, Thomas Müller, dan Klose asal Jerman yang masing-masing telah membukukan 4 gol dan masih bisa bertambah lagi mengingat mereka masih mempunyai kesempatan tampil karena negaranya masih bertahan di Piala Dunia ini.
Pada laga semifinal Spanyol akan menghadapi Jerman yang dengan gagahnya mempecundangi Argentina 4-0. Ini merupakan partai ulangan final Piala Eropa 2008 di mana Spanyol mampu mengungguli Jerman 1-0. Pemenang laga ini akan menghadapi pemenang antara Belanda dengan Uruguay pada partai puncak Pialan Dunia 2010. Siapa yang akan menjadi juara pada gelaran Piala Dunia yang pertama kalinya diselenggarakan di Benua Hitam ini? Well, kita tunggu saja kiprah keempat negara yang lolos babak semifinal.