Belanda memulai partai lawan Brazil dengan sangat buruk. Koordinasi lini belakangnya bisa dikatakan kurang sekali. Bek Andre Ooijer, yang menggantikan Mathijsen, yang kena cedera lutut, masih terlihat canggung tatkala berduet dengan seniornya, Heitinga. Hasilnya, Brazil sempat mencuri gol lewat Robinho, yang memanfaatkan assist dari Daniel Alves. Namun sayangnya Daniel Alves, yang menerobos lewat sayap kiri lebih dahulu terjebak off-side. Kondisi lini belakang ini bukannya diperbaiki namun justru bertambah buruk tatkala Robinho berhasil membobol gawang Marten Stekelenburg pada menit ke-10. Robinho behasil memanfaatkan umpan dari lini tengah yang dilepaskan oleh Felipe Melo. Pemain yang disebut belakangan ini secara cerdik memanfaatkan keroposnya lini belakang Belanda dengan mengirim umpan yang melewati Andre Ooijer dan Heitinga. Kedua pemain belakang ini malah bermain tidak pada posisinya (out of position), dan mengejutkannya yang mengekor di belakang Robinho adalah Robben! Hingga akhir babak pertama, Brazil berhasi mempertahankan keunggulannya.

From Hero to Zero

Bert van Warwijk, pelatih Belanda, mau tidak mau harus memperbaiki koordinasi lini belakangnya agar pada babak kedua kejadian yang sama pada babak pertama tidak terulang lagi. Selain itu, menambal lini belakang juga bukan satu-satunya opsi untuk menyelesaikan masalah, karena saat ini kondisi mereka sedang tertinggal satu gol.

Babak kedua dimulai dan Belanda masih memainkan patron yang sama dengan memainkan ball possession dan sesekali melakukan serangan balik. Titik balik terjadi setelah babak kedua berjalan lima belas menit, di mana Wesley Sneijder mengirimkan umpan lambung ke gawang dan secara mengejutkan Felipe Melo menyundul bola dan akhirnya masuk ke gawang sendiri, 1-1 untuk Belanda. Brazil tersentak dengan gol ini apalagi gol terjadi lebih karena kesalahan elementer antara penjaga gawang, Julio Cesar dengan pemain yang seharusnya membuang bola. Kondisi tidak membaik untuk Brazil, namun memburuk ketika lagi-lagi Wesley Sneijder kembali menjadi mimpi buruk Brazil tatkala golnya mengubah kedudukan menjadi 2-1 bagi Belanda. Gol terkreasi lewat tendangan pojok yang dieksekusi Arjen Robben—biasanya Sneijder yang mengeksekusi tendangan pojok—diteruskan dengan cerdik oleh pemain Liverpool, Dirk Kuyt dan akhirnya diceploskan oleh pemain Inter Milan ini.

Felipe Melo lagi-lagi membuat ulah, kali ini ia bisa dikatakan biang kerok kekalahan Brazil ketika dengan sengaja mengijak paha dari Arjen Robben, yang pada saat itu memang bemain manja dan penuh provokasi dengan berkali-kali menjatuhkan diri. Tanpa ampun, sang pengadil lapangan mengganjarnya dengan kartu merah secara langsung. Tak pelak kondisi ini membuat mental bertanding tim Samba turun, ketika mereka harus berjuang untuk menambah gol, namun pada saat yang sama mereka kehilangan satu pemain akibat kartu merah yang diterima Melo.

Kondisi ini sangat dimanfaatkan oleh Belanda yang dengan sporadis memberondong gawang Brazil pada menit-menit akhir babak kedua. Namun Brazil juga bukannya tanpa peluang, Kaka dan Robinho juga sesekali mengancam gawang Belanda. Bisa dikatakan kalau Belanda sudah cukup puas dengan kemenangan 2-1 ini. Pasalnya beberapa peluang di menit-menit akhir tidak mampu dimanfaatkan tim Oranye. Peluang dari Dirk Kuyt, Sneijder, bahkan pemain pengganti, Klaas Jan Huntelaar belum mampu menambah keunggulan bagi Belanda. Dan akhirnya, Belanda berhasil mengirim pulang juara world cup lima kali, Brazil, sekaligus memperpanjang nafas pada gelaran Piala Dunia 2010 ini. Akankah Belanda mampu menjadi juara? Sebelum itu, mereka harus menghadapi Uruguay yang mengalahkan Ghana pada babak semifinal.