Fantastik. Sungguh fantastik. Keren. Bener-bener keren abis, permain Jerman tadi malam. Saya pribadi—sebagai pendukung Jerman sejak delapan tahun lalu—belum pernah segirang malam kemarin. Jerman menyajikan permainan kelas dunia. Kolektivitas antarpemain, kekompakan antarlini diperagarakn pada pertandingan yang dilangsungkan di kota Cape Tow tersebut. Tak tanggung-tanggung, para pemain muda Jerman berhasil mempecundangi tim bertabur bintang, Argentina dengan skor telak 4-0! Wow. Diego Maradona benar-benar dibuat tak berkutik dengan strategi yang diterapkan oleh pelatih super jenius, Joachim Löw. Jerman membuka keunggulan pada menit ke-3 lewat sundulan tipis Thomas Müller yang memanfaatkan tendangan bebas Bastian Schweinsteiger. Sontak Argentina terlecut dan terperanga dengan gol ini. Nicolas Burdisso dan sang kiper, Sergio Romero tak menyangka dengan gol yang terjadi. Selepas gol tersebut para pemain Argentina secara silih berganti memborbardir pertahanan Jerman yang dikawal oleh kuartet Lahm, Friedrich, Mertesakcer, dan Boateng. Namun apa mau dikata, trio Higúain, Tevez, dan Messi seakan frustasi tidak mampu menembus benteng pertahanan kokoh Jerman, walhasil keunggulan 1-0 Jerman bertahan hingga turun minum.

Klose = Müller

Pada babak kedua, keadaan tidak membaik bagi Argentina, justru sebaliknya, mereka menjadi bulan-bulanan tim muda Jerman. Pada awal-awal babak kedua, memang Argentina lebih banyak mengambil inisiatif serangan. Tendangan Messi, Higúain, dan Di Maria berkali-kali membuat kiper Jerman, Neuer, harus berjibaku menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Keadaan justru berbalik arah tatkala Lukas Podolski berhasil menerobos sisi kanan pertahanan Argentina dan dengan sangat tidak egois mengirimkan umpan ke rekannya yang sudah menunggu di depan gawang, Klose. Tanpa kesulitan berarti, Miroslav Klose berhasil menyarangkan si kulit bundar. Dengan gol ini, Klose menyamai perolehan gol Pele pada Piala Dunia dengan total 12 gol. Beberapa menit berselang, gantian Schweinsteiger yang melewati beberapa pemain Argentina dan dari sisi kiri mengirimkan umpan ke depan gawang yang langsung disambut oleh Arne Friedrich, 3-0 Jerman memimpin. Para pendukung Jerman semakin histeris dan para pendukung Argentina semakin menangis.

Tak habis pikir, mungkin itu yang berada di benak para pemain Argentina tadi malam. Berkali-bali mereka membawa bola ke daerah pertahanan Jerman, namun berkali-kali pula serangan mereka dipatahkan. Kuartet lini belakang Jerman yang dikomandoi secara langsung oleh sang Kapten, Philip Lahm, benar-benar membuat pemain Argentina frustasi. Keadaan semakin memburuk ketika Jerman melakukan counter attack pada menit ke-89 lagi-lagi lewat sisi kanan pertahanan Argentina. Kerja sama Basti dan Özil berhasil dituntaskan oleh Klose sehingga membuat Jerman unggul jauh 4-0. Hopeless bagi Argentina. Gol ini membuat Klose tidak hanya melampauai Pele, namun juga menyamai jumlah gol yang ditorehkan legenda Jerman, Gerd Müller dengan 13 gol. Satu gol lagi Ia akan menyamai gol yang dibuat oleh Ronaldo, pemain Brazil. Benar-benar permainan yang ciamik sebagai kado penampilannya yang ke-100 bagi tim nasional Jerman. Peluit tanda babak kedua pun dibunyikan oleh wasit asal Uzbekistan, dan Jerman benar-benar mempermalukan Argentina. Pelajaran yang berarti bagi Diergo Maradona yang sebelumnya sesumbar akan mengalahkan Jerman (bahkan berkata kalau Tuhan menginginkan Argentina berada di final, dia dapat wangsit dari mana ya).

Dengan hasil ini, Jerman akan berhadapan dengan wakil Eropa lainnya, Spanyol yang berhasil mengalahkan Paraguay 1-0. Partai ulangan dua tahun lalu terjadi lagi, tatkala pada Final Piala Eropa 2008 Spanyol berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 1-0 lewat gol Fernando Torres dan membuat Spanyol menjadi juara Eropa.