9 Maret 2010 M / 23 Rabi’ul Awwal 1431 H

Usai berpusing-pusing ria dengan angka di hari pertama LKTI, peserta selanjutnya dipersilakan untuk lebih rileks karena pada hari kedua (g juga si, mungkin cuma tim kita doang, hahaha). Pada babak ini (dinamakan simulasi tanggap bencana), peserta dihadapkan pada sebuah situasi di mana ada suatu negeri abstrak, khayalan, antah berantah, atau apalah itu, bernama Genovia. Genovia, terbagi ke dalam lima daerah, yakni Bulgaya (ibu kota), Denosum, Dunakrik, Scorpidia, dan Mesana, di mana masing-masing daerah mempunyai karakteristik tersendiri. Di modul juga dijelaskan mengenai potensi bencana masing-masing daerah dan juga riwayat terjadinya bencana pada masing-masing daerah.

Nah, peserta LKTI nantinya dihadapkan sebagai kepala Badan Penanggulangan Bencana di mana kita harus mengalokasikan masing-masing fraksi (ada fraksi logistik, kendaraan berat, dan publikasi) ke masing-masing daerah. Masing-masing fraksi juga terbagi lagi, misalnya fraksi logistik ada makanan, tenda, obat-obatan, dll. Tiap fraksi juga mempunyai batasan. Misal fraksi logistik cuma ada 3000 unit, jadi kita harus mengalokasikan 3000 unit itu (yang masih terbagi lagi ke dalam makanan, obat, dll) ke masing-masing daerah. Sebagai contoh, makanan di Bulgaya 150 unit, obat di Dunakrik 175 unit, dst, sehingga 3000 unit itu pas teralokasikan ke masing2 daerah.

Kepintaran dalam meramalkan kapan terjadinya bencana juga menjadi hal yang harus diperhatikan. terdapat 8 periode di mana kita harus meramalkan alokasi tiap2 fraksi pada masing2 periode. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi pada periode itu sebelum kita menginput data alokasi masing2 fraksi. Misalnya, kita sudah menginput alokasi fraksi untuk periode 1. Kemudian, baru ada informasi di periode 1 terjadi bencana atau tidak, kLo ada bencana apa tipe bencananya dan terjadi di mana.

Penilaian tergantung pada jumlah kematian (death rate) yang terjadi pada periode itu dan akan diakumulasikan pada periode ke-8. selain itu, DRII dan PA atau people awareness juga masuk ke dalam kriteria penilaian.
Semisal tidak ada bencana maka tidak akan terjadi korban (death rate=0). 85 % penilaian dihitung pada death rate, 10% pada DRII dan 5% pada PA.

Semua tentang peramalan akan terjadinya bencana. Kita tidak tahu apa yang terjadi, bagaimana kebijakan kita untuk meminimalisasi korban bila nantinya terjadi bencana.

kLO menurutku ini sangat membosankan karena tiap periode diberi waktu 45 menit. Kelamaan pak, orang tinggal nginput data aja, ngapain mikir susah2, hehehe (mungkin aku aja ya yang kepikiran kaya gitu, hehehe).