2 Maret 2010 M / 16 Rabi’ul Awwal 1431 H

Sungguh memalukan sekaligus memilukan, mengenaskan namun tidak mengesankan ketika melihat kelakuan para anggota dewan kita. Saat aku melihat siaran langsung grand final keputusan pansus hak angket DPR mengenai masalah Bank Century pada Rapat Paripurna DPR pagi menjelang siang tadi, awalnya harapan yang membumbung tinggi kutaruh. Maklum saja, pansus yang telah bekerja berbulan2 akan membacakan hasil kerja mereka,,,, yang ditunggu2 banyak masyarakat Indonesia.akankah mengubah itu semua akan mengubah nasib Indonesia,,,,?
Namun harapanku tiba2 menguap begitu saja ketika ketua pansus Idrus Marham selesai membacakan pandangan akhir pansus (beserta opsi2-nya). Semua anggota dewan berinstrupsi ria, memang hal itu wajar adanya,,, namun lama kulihat….kutonton,, dan kuperhatikan,, koq mendadakmenjadi brutal ya,,,, proses instrupsi menjadi semakin tak terkontrol,, padahal sang ketua DPR sekaligus pimpinan sidang, Marzuki Ali, sudah berujar, apakah kita tidak bisa menjunjung kesopanan,,, namun,,hal itu seakan menjadi angin lalu dan tidak digubris oleh anggota dewan yang lain.

Kejadian memuncak tatkala rapat paripurna dihentikan dan akan dilanjutkan besok.Semua anggota dewan yang tidak setuju maju ke depan, semuanya, dengan berteriak-teriak, ada yang memaki juga, pake mic segala,, berkata…pimpinan sidang,, pimpinan sidang,,,, ada pula yang mengatakan rapat diambil alih wakil ketua,,dan berbagai macam ucapan lainnya. Apa-Apa An Ini….? Pikirku,, Ricuh,,, gaduh,, inikah suasana rapat paripurna yang diharapkan, Malu saya sebagai warga Indonesai yang katanya di mata dunia warganya ramah2, menjunjung tinggi norma susila dan kesopanan. Apalagi hal ini dilakukan oleh sang anggota dewan, perwakilan rakyat.. Tidak etis rasanya melihat hal itu, di Televisi pula,,, dilihat oleh ratusan juta warga Indonesia… apakah mereka tidak malu,,, aku aja yang tidak di sana merasa malu,,,,

Sementara di luar, mahasiswa saling berunjuk rasa,,, ada yang pro ada yang kontra,, pokoknya semua meminta kejelasan kasus bank Century ini. Sebagai mahasiswa juga, aku menyarankan kepada mahasiswa lainnya, jangan asal ngomong doang,,bisanya cuma berdemo,, berkoar2 dan tidak ngasih solusi nyata. Capek atu,,, panas2 gitu,
Bukannya aku tidak mendukung atau anti-aktivis.. Aku juga aktivis,, malahan sebagai ketua himpunan jurusan saah satu jurusan di universitas negeri di Indonesia. Namun aku ingin kalian semua ngaca pada diri sendiri….

Kalian berteriak2 meminta berantas korupsi,,,, namun apakah kalian semua sudah bersih dari korupsi….
Ingat ketika kalian menggelembungkan dana di proposal pada saat akan meminta dana..Ingat ketika kalian meminta nota kosong dari suatu pihak, entah itu toko roti, fotocopy, atau apalah itu, hanya untuk “mengepaskan” jumlah uang agar dana yang diterima bisa cair semuanya..
Itu baru sebagian kecil kan,….aku tahu,, karena aku juga berkecimpung di sana, aku tahu,, ini real life, disadari atau tidak, itu mendera semua mahasiswa. kLau korupsi kecil2an sudah melanda kita,, gimana kalau kita jadi orang gedhe nanti.

Aku masih ingat ketika dalam sebuah acara di TV ada seorang mahasiswa yang berteriak kepada bang Ruhut Sitompul, dia berteriak kalau pansus kerjanya tidak becus karena saking lamanya mereka bekerja namun hasilnya tidak jelas! Dengan lantang ia berani berbicara,dan hal itu diberi applause oleh temen2 mahasiswa yang lain… Namun, dengan entengnya Bang Ruhut berbicara,, hey dek, janganlah ngomong kaya gitu,,, mulutmu harimaumu. Dulu saya juga sama kaya kalian, aktivis,, yang berdemo dan berkoar2 di depan istana,, namun bedanya kami dengan kalian adalah., kami (Bang Ruhut-red) sudah pernah menjadi seperti kalian,, sedang kalian belum pernah jadi seperti kami,,, Jadi.. kalo ngomong yang hati2 ya,,,

Semoga bisa menjadi renungan,,,