Bahasa Jerman digunakan di Jerman, Austria, Swiss, Liechtenstein, dan Luxemburg. Bahasa Jerman dipakai oleh lebih kurang 182 juta orang dan merupakan bahasa ketujuh yang paling banyak dipakai di dunia, setelah Cina-Mandarin, Inggris, Hindi-Urdu, Rusia, Spanyol, dan Jepang. Sekarang, bahasa Jerman seakan sudah menjadi bahasa internasional ketiga setelah bahasa Inggris dan Perancis. Secara otomatis kebutuhan akan penguasaan bahasa Jerman menjadi semacam kebutuhan wajib bagi pelaku dunia internasional. Seperti kita tahu, Jerman merupakan negara maju yang tergabung dalam suatu organisasi negara maju ( G-8 ) beserta Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Kanada, Italia, Jepang, dan Rusia.

Bahasa Jerman menawarkan kemudahan bagi mereka yang tertarik dalam ilmu pengetahuan, teknologi, filosofi, serta bagi penggila otomotif. Oleh karena itu Jerman sering disebut sebagai surganya penggila otomotif. Hal ini dikarenakan di Jerman terdapat pabrik-pabrik otomotif–khususnya mobil–ternama. Sebut saja Marcedes, Volkswagen, dan Opel. Bahkan penemu mobil pertama kali adalah orang Jerman (Gottlieb Daimler). Di samping itu, Jerman juga merupakan kiblatnya teknologi. Sekolah-sekolah tinggi teknologi bermutu bagus banyak terdapat di Jerman.

Kembali ke topik bahasa, bahasa Jerman merupakan rumpun bahasa Indo-Eropa cabang bahasa German. Bahasa Jerman satu cabang dengan bahasa Belanda, Inggris, Swedia, Denmark, dan Norwegia. Dan satu rumpun dengan bahasa Perancis, Spanyol, Italia, Rumania, dan Portugis.
Ada yang mengatakan kalau bahasa Jerman merupakan dasar dari bahasa internasional saat ini, Inggris. Konon, dulu bahasa Inggris itu tidak ada–seperti halnya bahasa Indonesia. Masyarakat yang menghuni ranah Inggris adalah masyarakat yang berbahasa Celtic, Gaulis, dan Irish.
Kemudian bangsa Romawi berhasil menduduki ranah Inggris dan memukul orang-orang pribumi ke pinggiran Inggris, malah ada yang menyeberang ke Pulau Irlandia. Itulah mengapa Irlandia bagian Utara merupakan bagian dari negeri Inggris Raya.
Lalu datanglah bangsa Arya (bangsa Jerman). Bangsa Arya berhasil menduduki pulau Britania (Inggris) dan mengusir bangsa Romawi kembali ke Eropa daratan. Di sana (Inggris), mereka mulai menyebarkan bahasa Jerman. Namun yang terjadi adalah ketidakmampuan orang-orang pribumi untuk berbicara dalam bahasa Jerman. Mereka tidak mampu mengatakan bunyi-bunyi tekak yang biasa meramaikan bahasa Jerman, seperti machen, nach, Tag, auch, dan lain sebagainya.
Hal yang terjadi selanjutnya adalah terjadinya akulturasi kebudayaan. Bangsa Jerman mulai “memperhalus” bahasanya. Bahasa Jerman dan bahasa-bahasa yang ada di sana (Celtic, Gaulic, Irish) bercampur dan menjadi bahasa Anglo-Saxon (ada yang menyebut Old-English). Di antara perubahannya adalah Buch (buku) menjadi book (tidak ada lagi bunyi ch), machen (membuat) menjadi make, ich (aku) menjadi I, dan lain-lain (mayoritas bunyi tekak seperti ch dan g diubah menjadi k). Itulah mengapa orang Inggris menyebut München dengan Munich (baca: Munik).
Bahasa inilah yang kemudian menjadi dasar dari bahasa Inggris modern sekarang ini.

Ditinjau dari segi bahasanya, bahasa Jerman mirip dengan bahasa Belanda–ada yang menyebut bahasa Jerman sebagai saudara tua bahasa Belanda. Bahasa Jerman lebih sulit dari segi tatabahasanya dan lebih mudah dalam pengucapannya, sedang bahasa Belanda lebih mudah dari segi tatabahasa dan lebih sulit dalam pengucapannya (lebih banyak bunyi tekak dibanding bahasa Jerman, Arab, dan Persia)–hal ini adalah asumsi penulis sendiri.
Dalam bahasa Jerman terdapat yang namanya konjugasi, deklinasi, kala/tenses, infinitif ganda, verba refleksif, artikel, kasus kata benda, gender kata, dan tekanan, sesuatu yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Konjugasi adalah cara menempatkan kata kerja ke dalam bentuk yang sesuai dengan orang/subjeknya. Contohnya adalah kata kerja haben (mempunyai) konjugasinya sebagai berikut:

Deklinasi adalah cara menempatkan suatu kata (kata benda/kata sifat) ke dalam bentuk yang sesuai dengan kasusnya. Sedang kasus itu sendiri (ada yang menyebut kasus kata benda) adalah bentuk-bentuk kata benda/kata ganti yang berbeda sesuai dengan jabatannya dalam kalimat. Dalam bahasa Jerman terdapat empat kasus kata benda, yaitu:
1. Nominatif, adalah subjek atau pelaku.
2. Genitif, merupakan kata ganti empunya/kepemilikan.
3. Akkusatif, adalah objek penderita/objek langsung.
4. Datif, adalah objek penyerta/objek tak langsung.

Contoh dalam kalimat:

S : Subjek/nominatif.
V : Verba/kata kerja.
G : Genetif/kata ganti empunya.
N : Nomina/kata benda.
D : Datif/objek tak langsung.
A : Akkusatif/objek langsung.

Dalam bahasa Jerman kata benda mempunyai gender/jenis kelamin. Terdapat tiga gender, yakni: maskulin, feminin, dan netral. Untuk benda maskulin ditunjukkan dengan kata sandang/artikel “der”, feminin dengan “die”, dan netral dengan “das”.
Contoh:
Der Stuhl (kursi) => menunjukkan kalau kursi bergender maskulin.
Die Nase (hidung) => menunjukkan kalau hidung bergender feminin.
Das Auto (mobil) => menunjukkan kalau mobil bergender netral.

Seperti dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Jerman juga terdapat kala/tenses. Kalau dalam bahasa Inggris terdapat enam belas jenis tenses yang terbagi ke dalam empat tenses fundamental, tenses dalam bahasa Jerman berjumlah lebih sedikit dari itu. Tenses dalam bahasa Jerman hanya berjumlah enam yang masing-masing terdapat berbagai variasi makna/semantik:
1. Das Präsens (present tense),
Terdapat empat variasi makna, yakni: Aktuelles Präsens, Zukünftigen Präsens, Historisches Präsens, dan Generelles / atemporales Präsens.
2. Das Präteritum (pas tense).
Hanya terdapat datu variasi makna, yakni das Präteritum itu sendiri.
3. Das Perfekt (perfect tense),
Terdapat tiga variasi makna, yakni: Vergangen, Vergangen mit resultativen Charakter, dan Zukünftigen Perfekt.
4. Das Plusquamperfekt.
Hanya terdapat datu variasi makna, yakni das Plusquamperfekt itu sendiri.
5. Das Futur I,
Terdapat dua variasi makna, yakni: Bermakna akan (sama dengan future tense dalam bahasa Inggris) dan Bermakna akan sedang (sama dengan future continuous tense dalam bahasa Inggris).
6. Das Futur II,
Terdapat tiga variasi makna, yakni: Bermakna akan sudah (sama dengan future perfect tense dalam bahasa Inggris), Bermakna akan telah-berkesinambungan (sama dengan future perfect continuous tense dalam bahasa Inggris), dan Bermakna yang akan terjadi.

Itulah beberapa penjelasan dan petunjuk dalam bahasa Jerman yang singkat dan agaknya mudah diikuti. Penjelasan tersebut akan sangat berguna sebelum Anda belajar bahasa Jerman. Selamat belajar bahasa Jerman.
Alles Gute!