Selain koefisien korelasi, dalam teknik analisis korelasi linier, terdapat pula koefisien determinasi (ada yang menyebut koefisien penentu sampel). Koefisien determinasi dilambangkan dengan r2. Nilai ini menyatakan proporsi variasi keseluruhan dalam nilai variabel dependen yang dapat diterangkan atau diakibatkan oleh hubungan linier dengan nilai variabel independen, selain itu diterangkan oleh peubah yang lain (galat atau peubah lainnya). Misalkan nilai r2 =96%, maka nilai variabel dependen yang dapat diterangkan oleh variabel independen adalah sebesar 96%, sedangkan 4% sisanya diterangkan oleh galat (error) atau pengaruh variabel yang lain.

Nilai dari koefisien determinasi adalah kuadrat dari nilai koefisien korelasi.

- Koefisien Determinasi Penyesuaian
Untuk analisis korelasi dengan jumlah variabel dependen lebih dari satu (majemuk), terdapat koefisien determinasi penyesuaian (adjustmen) yang sangat sensitif dengan jumlah variabel. Maka, biasanya untuk analisis korelasi majemuk yang sering dipakai adalah koefisien determinasi penyesuaian (koefisien determinasi sederhana tidak memperhatikan jumlah variabel independen). Rumus yang dipakai adalah:

n = jumlah sampel
k = jumlah variabel independen
R2 = nilai koefisien determinasi